Shalat Rawatib Sunnah Muakkad: Pelengkap Ibadah Wajib yang Penuh Berkah

Dalam keseharian kita, shalat wajib lima waktu menjadi kewajiban yang tak boleh terlewatkan. Namun, tahukah Anda bahwa ada shalat-shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan? Salah satunya adalah shalat rawatib sunnah muakkad. Shalat ini menjadi pelengkap ibadah wajib yang memiliki keutamaan luar biasa.

Shalat rawatib berbeda dengan shalat wajib karena hukumnya sunnah, artinya tidak wajib dikerjakan. Namun, shalat rawatib sunnah muakkad sangat dianjurkan untuk dikerjakan karena memiliki pahala yang besar dan dapat menyempurnakan ibadah wajib kita.

Pengertian Shalat Rawatib

shalat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad adalah terbaru

Shalat rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat wajib. Shalat ini tidak termasuk dalam kategori shalat fardhu (wajib) yang lima waktu.

Perbedaan utama antara shalat rawatib dan shalat wajib terletak pada hukumnya. Shalat wajib hukumnya wajib dikerjakan, sedangkan shalat rawatib hukumnya sunnah muakkad, yaitu sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

Shalat Rawatib yang Sunnah Muakkad

shalat sunnah rawatib niat kartun sholat

Selain shalat fardu, ada juga shalat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan, salah satunya adalah shalat rawatib. Shalat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad terdiri dari beberapa waktu pelaksanaan.

Daftar Shalat Rawatib Sunnah Muakkad

Berikut ini adalah daftar shalat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad beserta waktu pelaksanaan dan jumlah rakaatnya:

Waktu PelaksanaanJumlah Rakaat
Sebelum Subuh2 rakaat
Setelah Dzuhur2 rakaat
Setelah Ashar2 rakaat
Setelah Maghrib2 rakaat
Setelah Isya2 rakaat

Shalat rawatib ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan karena memiliki banyak keutamaan, seperti menambah pahala, melengkapi kekurangan shalat fardu, dan mencegah dari perbuatan dosa.

Cara Melaksanakan Shalat Rawatib Sunnah Muakkad

Melaksanakan shalat rawatib sunnah muakkad cukup mudah dan bisa dilakukan di rumah atau di masjid. Berikut panduan langkah demi langkahnya:

Niat

  1. Niatkan dalam hati untuk melaksanakan shalat rawatib sunnah muakkad.
  2. Ucapkan niat secara lisan (jika memungkinkan): “Ushalli sunnatal rawatibi rak’ataini lillahi ta’ala”.

Gerakan

  • Takbiratul ihram: Berdiri tegak dan ucapkan “Allahu Akbar”.
  • Bacaan iftitah: Baca “Subhanakallahumma wa bihamdika…” hingga “wa ilaihi turja’un”.
  • Surat Al-Fatihah: Baca surat Al-Fatihah.
  • Surat pendek: Baca surat pendek, seperti surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau An-Nas.
  • Rukuk: Ruku’ dengan membungkukkan badan sambil membaca “Subhana rabbiyal ‘azhimi” sebanyak 3 kali.
  • I’tidal: Kembali berdiri tegak sambil membaca “Sami’allahu liman hamidah”.
  • Sujud: Sujud dengan meletakkan dahi, hidung, kedua tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki ke lantai sambil membaca “Subhana rabbiyal a’la” sebanyak 3 kali.
  • Duduk di antara dua sujud: Duduk dengan tenang sambil membaca “Rabbighfirli”.
  • Sujud kedua: Lakukan sujud seperti sujud pertama.
  • Duduk tasyahud akhir: Duduk dengan tenang sambil membaca tasyahud akhir.
  • Salam: Berakhirlah shalat dengan mengucapkan salam ke kanan dan kiri.

Bacaan

  • Bacaan iftitah: “Subhanakallahumma wa bihamdika, wa tabarakasmuka wa ta’ala jadduka, wa la ilaha ghairuk”.
  • Bacaan rukuk: “Subhana rabbiyal ‘azhimi” sebanyak 3 kali.
  • Bacaan i’tidal: “Sami’allahu liman hamidah”.
  • Bacaan sujud: “Subhana rabbiyal a’la” sebanyak 3 kali.
  • Bacaan duduk di antara dua sujud: “Rabbighfirli”.
  • Bacaan tasyahud akhir: “Attahiyyatu lillahi, wassalawatu wathaiyibatu. Assalamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh. Assalamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahis shalihin. Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh”.

Tips Meningkatkan Kualitas Shalat Rawatib

Shalat rawatib merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan karena memiliki banyak keutamaan. Untuk meningkatkan kualitas shalat rawatib, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

Fokus dan Kekhusyukan

  • Pastikan lingkungan sekitar tenang dan bebas dari gangguan.
  • Bersihkan pikiran dari segala pikiran yang mengganggu.
  • Sadari setiap gerakan dan bacaan yang dilakukan selama shalat.
  • Renungkan makna setiap bacaan dan doa yang diucapkan.

Memperbanyak Doa

Selain bacaan yang sudah ditentukan, perbanyaklah doa-doa pribadi yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.

  • Doakan kebaikan untuk diri sendiri, keluarga, dan sesama muslim.
  • Mintalah ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat.
  • Mohon bimbingan dan perlindungan Allah SWT dalam segala urusan.

Terakhir

shalat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad adalah terbaru

Dengan mengerjakan shalat rawatib sunnah muakkad, kita tidak hanya menambah pahala ibadah, tetapi juga melatih kedisiplinan dan kekhusyukan dalam beribadah. Jadi, marilah kita senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas shalat kita, termasuk dengan mengerjakan shalat rawatib sunnah muakkad secara teratur. Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Pertanyaan dan Jawaban

Apa saja shalat rawatib yang hukumnya sunnah muakkad?

Shalat rawatib sunnah muakkad terdiri dari 12 rakaat, yaitu:

  • 2 rakaat sebelum shalat subuh
  • 2 rakaat setelah shalat zuhur
  • 2 rakaat setelah shalat ashar
  • 2 rakaat setelah shalat maghrib
  • 2 rakaat setelah shalat isya
  • 2 rakaat sebelum shalat witir

Apakah boleh menggabungkan shalat rawatib dengan shalat wajib?

Tidak boleh, shalat rawatib harus dikerjakan secara terpisah dari shalat wajib.

Apa manfaat mengerjakan shalat rawatib sunnah muakkad?

Shalat rawatib sunnah muakkad memiliki banyak manfaat, antara lain:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *