Candi Non-Hindu di Indonesia: Mana yang Bukan Bercorak Hindu?

Di tengah kekayaan budaya Indonesia, candi-candi bercorak Hindu menjadi bagian yang tak terpisahkan. Namun, di antara banyak candi yang tersebar, ada pula yang memiliki karakteristik berbeda dan tidak bercorak Hindu. Penasaran candi mana saja yang termasuk dalam kategori ini? Mari kita jelajahi bersama!

Candi-candi non-Hindu ini menawarkan keunikan tersendiri, mencerminkan pengaruh budaya dan kepercayaan yang beragam di Nusantara. Mereka berdiri sebagai bukti keragaman dan harmoni agama yang telah membentuk sejarah panjang Indonesia.

Candi Bercorak Hindu

Candi bercorak Hindu merupakan bangunan keagamaan yang banyak ditemukan di Indonesia. Candi-candi ini memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari candi bercorak Buddha atau animisme.

Salah satu ciri khas candi bercorak Hindu adalah adanya stupa pada puncaknya. Stupa merupakan simbol dari alam semesta dalam ajaran agama Hindu. Selain itu, candi bercorak Hindu juga biasanya memiliki relief-relief yang menggambarkan kisah-kisah dari epos Mahabharata dan Ramayana.

Contoh Candi Bercorak Hindu di Indonesia

  • Candi Prambanan
  • Candi Borobudur
  • Candi Mendut
  • Candi Dieng

Bangunan Non-Hindu

candi hindu bercorak budha

Candi-candi Hindu terkenal dengan arsitektur dan ukirannya yang khas. Namun, terdapat juga bangunan-bangunan lain yang tidak bercorak Hindu di Indonesia. Bangunan-bangunan ini memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari candi Hindu.

Ciri-ciri Bangunan Non-Hindu

Bangunan non-Hindu memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari candi Hindu. Beberapa ciri tersebut antara lain:

  • Tidak memiliki gapura atau pintu gerbang seperti pada candi Hindu.
  • Bentuk atap yang berbeda, biasanya berupa atap pelana atau atap limas.
  • Tidak memiliki arca atau patung dewa-dewa Hindu.
  • Ukiran atau hiasan yang tidak bermotif Hindu, seperti motif flora atau fauna.

Tabel Perbandingan Candi Hindu dan Bangunan Non-Hindu

Berikut adalah tabel yang membandingkan karakteristik candi Hindu dan bangunan non-Hindu:

KarakteristikCandi HinduBangunan Non-Hindu
GapuraAdaTidak ada
Bentuk atapAtap meru atau atap jogloAtap pelana atau atap limas
Arca atau patungAdaTidak ada
Ukiran atau hiasanBermotif HinduBermotif flora atau fauna

Candi yang Bukan Bercorak Hindu

Candi merupakan bangunan bersejarah yang banyak ditemukan di Indonesia. Meskipun sebagian besar candi di Indonesia bercorak Hindu, terdapat pula beberapa candi yang tidak bercorak Hindu. Candi-candi ini memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang membedakannya dari candi-candi Hindu.

Candi Borobudur

Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi ini merupakan candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-9. Candi Borobudur memiliki bentuk stupa yang terdiri dari 10 tingkat dan dihiasi dengan lebih dari 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha.

Candi Prambanan

Candi Prambanan terletak di Sleman, Yogyakarta. Candi ini merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9. Candi Prambanan terdiri dari tiga candi utama yang didedikasikan untuk Trimurti, yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa. Candi Prambanan memiliki arsitektur yang indah dan dihiasi dengan banyak relief yang menceritakan kisah-kisah dari kitab Ramayana dan Mahabharata.

Candi Mendut

Candi Mendut terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi ini merupakan candi Buddha yang dibangun pada abad ke-9. Candi Mendut memiliki bentuk stupa yang terdiri dari tiga tingkat dan dihiasi dengan banyak relief yang menceritakan kisah kelahiran Buddha.

Candi Pawon

Candi Pawon terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi ini merupakan candi Buddha yang dibangun pada abad ke-9. Candi Pawon memiliki bentuk stupa yang terdiri dari tiga tingkat dan dihiasi dengan banyak relief yang menceritakan kisah kehidupan Buddha.

Perbedaan Visual

berikut yang bukan merupakan candi bercorak hindu adalah

Candi Hindu dan bangunan non-Hindu memiliki perbedaan visual yang mencolok. Perbedaan ini dapat dilihat dari bentuk bangunan, dekorasi, dan material yang digunakan.

Berikut adalah beberapa perbedaan visual utama:

Bentuk Bangunan

  • Candi Hindu umumnya berbentuk persegi atau persegi panjang, dengan atap berundak yang disebut shikhara.
  • Bangunan non-Hindu, seperti kuil Budha atau masjid, memiliki bentuk yang lebih beragam, seperti melingkar, oktagonal, atau salib.

Dekorasi

  • Candi Hindu sering dihiasi dengan ukiran dan patung dewa dan dewi Hindu.
  • Bangunan non-Hindu mungkin memiliki dekorasi yang lebih sederhana, seperti pola geometris atau tulisan kaligrafi.

Material

  • Candi Hindu biasanya dibangun dari batu atau bata.
  • Bangunan non-Hindu dapat dibangun dari berbagai material, seperti kayu, logam, atau kaca.

Fungsi dan Kegunaan

candi prambanan yogyakarta sejarah tiket merupakan sleman ketawa ayam kirim siap letak gotravelly kisah update warna polos terbesar jogja sejarahnya

Candi Hindu dan bangunan non-Hindu memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda. Candi Hindu berfungsi sebagai tempat ibadah dan pemujaan bagi umat Hindu, sementara bangunan non-Hindu memiliki fungsi yang lebih beragam, seperti tempat tinggal, kantor, sekolah, dan lain-lain.

Candi Hindu

Candi Hindu umumnya digunakan untuk kegiatan keagamaan, seperti pemujaan dewa-dewi, persembahyangan, dan meditasi. Selain itu, candi Hindu juga dapat berfungsi sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan, di mana masyarakat dapat belajar tentang agama Hindu dan melakukan berbagai kegiatan keagamaan.

Bangunan Non-Hindu

Bangunan non-Hindu memiliki fungsi yang lebih beragam, tergantung pada jenis bangunannya. Beberapa fungsi bangunan non-Hindu antara lain:

  • Tempat tinggal: Rumah, apartemen, dan villa berfungsi sebagai tempat tinggal bagi manusia.
  • Kantor: Gedung perkantoran berfungsi sebagai tempat kerja bagi karyawan.
  • Sekolah: Sekolah berfungsi sebagai tempat belajar bagi siswa.
  • Rumah sakit: Rumah sakit berfungsi sebagai tempat perawatan bagi pasien.
  • Pusat perbelanjaan: Pusat perbelanjaan berfungsi sebagai tempat berbelanja bagi masyarakat.

Ringkasan Akhir

Dengan memahami perbedaan antara candi bercorak Hindu dan non-Hindu, kita dapat mengapresiasi kekayaan arsitektur dan budaya Indonesia yang sangat beragam. Setiap candi, baik yang bercorak Hindu maupun non-Hindu, memiliki cerita dan makna unik yang berkontribusi pada jalinan warisan bangsa kita.

Mari kita terus menggali dan melestarikan warisan budaya yang berharga ini untuk generasi mendatang.

Ringkasan FAQ

Pertanyaan: Apa ciri khas candi bercorak Hindu?

Jawaban: Stupa, gapura, dan relief yang menggambarkan kisah-kisah Hindu.

Pertanyaan: Apa fungsi candi non-Hindu?

Jawaban: Sebagai tempat ibadah, makam, atau pusat kegiatan sosial dan politik.

Pertanyaan: Candi non-Hindu mana yang paling terkenal di Indonesia?

Jawaban: Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Muaro Jambi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *